Saturday, December 20, 2014

Seri Pendakian Gunung Guntur (1)

Menebak Padepokan Wiro Sableng
Menunggu Angkot (Foto: Idham Siregar)

Pembaca pasti tahu siapa Wiro Sableng. Ya, dia sosok pendekar sakti mandraguna beraliran putih pengawal kebaikan di rimba persilatan. Bak James Bond yang memiliki kode 007, murid Sinto Gendeng itu juga punya kode keramat yang tertera di dadanya. Kode Wiro juga tersirat pada senjata yang berupa Kapak Maut Naga Geni 212. 212 merupakan kode sakti pendekar yang terkenal dengan Jurus Kunyuk Melempar Buah itu. Lalu apa kaitannya dengan Gunung Guntur?

Akhir pekan lalu, Jumat (12/12/2014), Tim Mahachala melakukan pendakian sekaligus penyematan anggota muda menjadi anggota penuh di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Sepulang kerja, saya tegaskan ikut dalam pendakian tersebut.

"Pada dimana? Ambil barang-barang ni di warkop," ujar Samsi di grup whatsup, sekitar pukul 17.36 WIB.

Belum ada jawaban atas pertanyaan Samsi. Sementara, saya masih membelah kemacetan Jakarta dengan mengendarai sepeda motor Honda Karisma, tepatnya Honda Karismatik. Bukan perkara mudah berkendara pada Jumat sore arah luar Ibu kota. Sebab menjelang akhir pekan, semua orang seolah ingin segera tiba di rumah dan mengeksekusi liburan akhir pekan yang telah direncanakan. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan. Situasi kala itu dalam istilah lalu lintas disebut padat merayap, setingkat di atas ramai lancar, dan berada di bawah macet total yang mungkin dikarenakan kecelakaan, polisi cepek di putaran balik, atau penggalian kabel yang seperti tak ada habisnya. Selalu ada. Entahlah.

Setelah mengambil carier ukuran 35 liter dan pakaian ganti di bilangan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, saya meluncur menuju Ciputat.

"Kumpul dimana?," saya bertanya di grup WA 29 menit setelah pertanyaan Samsi yang belum mendapat jawaban.

"Taman Syahida Inn, bang," Rahmiati Aulia menjawab semenit kemudian. Taman Syahida Inn terletak di area kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Saya kira cukuplah membahas kemacetan, karena macet adalah keniscayaan. Singkatnya, saya pun tiba di tempat yang telah diinformasikan Mia. Teman-teman Mahachala tampak sibuk packing di taman yang berlantai rumput hijau. Dengan cahaya remang, mereka memanfaatkan tampias cahaya yang berasal dari lampu gedung kampus dan Syahida Inn. Mereka packing dengan dibantu Niwah.

21 orang ikut dalam pendakian itu. Ziyad, Sukoco, Rosidah, Kinan, Dwi, Raiza, Ni'mah, Noffa, Eggy, Samsi, Dika, Syamsud, Yola, Mia, Morita, Nisa, Julia, Ajeng, Mahar, Ari dan saya. Mereka adalah generasi Mahachala yang kerap saya doakan sukses baik sebagai organisatoris mapun individu. 

Singkat cerita, kami berkumpul di warkop yang terletak di depan gedung Fakultas Psikologi lama setelah packing rampung. Bercanda, bergurau, tertawa dan semangat yang tak dapat diukur dari berat beban carier yang tersandang di pundak masing-masing anggota. 

Mahar dan Ajeng belum tiba saat jarum jam telah mengarah ke angka 20.00 WIB. Kekhawatiran akan habisnya bus Primajasa ke Garut melanda teman-teman. Udin pun berinisiatif survei ke Terminal Lebak Bulus, menanyakan jadwal terakhir keberangkatan bus. Berdasarkan info yang diperoleh Udin, bus terakhir berkisar pukul 21.00 - 22.00. Ia pun menganjurkan teman-teman untuk naik angkutan kota (angkot) seperti biasa, tak perlu menyewa, mencarter atau borongan. 

Kami pun berjalan ke perempatan Kampung Utan setelah Mahar dan Ajeng tiba. Saya sempat memotret teman-teman sebelum naik ke angkutan. Anggota terbagi ke dua angkot. Angkot yang saya naiki memutar lagu dangdut tarling berjudul 'Jaluk Tanggung Jawabe'. Tentu anda dapat membayangkan bagaimana keseruan di dalam angkot. Sementara Mahar dari angkot sebelah, bersorak-sorai ke arah saya dan sebaliknya.

Setiba di Pasar Jumat, Bus Primajasa lewat tanpa bersedia berhenti kendati kami telah melambaikan tangan dan melontarkan kalimat dengan setengah berteriak. Biarlah, mungkin awak bus itu sedang tak butuh duit dengan menolak 21 penumpang. Kami pun naik di bus yang kedua dengan membayar ongkos Rp.52.000 per orang. Saya sempat berkelekar selama belasan menit sembari teman-teman menikmati makan malam dengan menu nasi bungkus. Setelahnya, saya tertidur.

Bus AC yang dilengkapi smoking area itu berhenti di sebuah pom bensin di Garut sekitar pukul 02.00 dini hari. Di depannya terpampang tulisan SPBU Tanjung. Kami menjadikan tempat itu untuk istirahat. Pendaki-pendaki lain juga tampak memenuhi kawasan tersebut. Di area itu terdapat musholla dengan teras yang lumayan cukup untuk istirahat. Beberapa pendaki tertidur di teras dan ruangan dalam masjid. Sementara di seberangnya, terdapat warung makan dan mini market alfamart. Kami pun bersantai dan istirahat.


Usai adzan dan sholat subuh, teman-teman menghidangkan sarapan pagi dengan menu yang terasa nikmat. Roti bantal tawar yang dibubuhi selai strowberry dan keju, tak lupa kopi sebagai pelengkap pagi. Perut pun terisi, energi bertambah. Gunung Guntur terlihat mengintip di pagi yang masih gelap, tepat di belakang SPBU. Saatnya pendakian dimulai!

Saya tak bertanya bagaimana teman-teman mendapatkan mobil angkutan. Yang pasti, sebuah truk bak terbuka berwarna kuning parkir di sebelah musholla. Kami naik, truk pun melaju ke arah kanan lalu berbelok lagi ke kanan. Sementara angin pagi terasa segar menerpa badan.

Seorang warga naik ke truk yang kami sewa saat melalui jalanan desa. Awalnya dia cuma terdiam tak bersuara. Dia, saya dan lainnya melempar pandangan ke Gunung Guntur yang tampak memanjang. 

"Mau naik ke Guntur," warga desa itu bertanya ke saya.

"Iya Mang," 

"Dulu ini namanya Gunung Gede, orang-orang tua sini sampai sekarang juga nyebutnya masih Gunung Gede, bukan Guntur," ujarnya menjelaskan.


"Kenapa namanya ganti Mang? Sejak kapan nama Guntur dipakai?," tanya saya seperti menyelidik.

"Nggak tahu, tapi orang-orang tua disini nyebutnya Gunung Gede," katanya dengan jawaban yang sangat tidak memuaskan. Dia pun pamit turun saat truk tiba di Gapura Kampung.

Warga desa itu turun tanpa bertanggungjawab memberi penjelasan atas apa yang telah dilontarkan. Saya pun bertanya-tanya sendiri kenapa terjadi perubahan nama dari Guntur ke Gede. Apakah faktor komersial menjadi alasan utama?, mengingat Gede merupakan nama Gunung di kawasan Cibodas, Cipanas, Jawa Barat, jauh lebih terkenal dan favorit?. Saya tak tahu pasti, sebab tak ada tempat bertanya.

Tapi bukan alasan pergantian nama itu yang menjadi isi pikiran saya. Sebab yang dipercayai para tetua setempat cukup menjadi dasar nama asli gunung ini. Sebagai penduduk asli, mereka pasti lebih tahu tentang sejarahnya. Sedangkan yang menjadi bahan pikiran saya adalah, berarti ada dua Gunung Gede di Jawa Barat. Jadi, Gunung Gede manakah yang dimaksud Bastian Tito sebagai tempat Sinto Gendeng menggembleng Wiro dalam serial novelnya?.

Dalam kisah Wiro Sableng, Sinto Gendeng dan Kakak Seperguruannya, Tua Gila, digembleng oleh guru mereka yang bernama Kiai Gede Tapa Pamungkas di Gunung Gede. Setelah dirasa cukup membina ilmu dan membangun mental, Kiai Gede melepas keduanya turun gunung dan mengembara di dunia persilatan. Mereka berdua akhirnya terpisah melanjutkan perjalanan masing-masing. Sedangkan Sinto Gendeng, menyelamatkan seorang bayi di dalam sebuah rumah yang terbakar. Sinto kemudian membawa bayi itu ke Gunung Gede dan mengglembengnya selama 17 tahun. Bayi mungil itu lalu menjadi sosok pendekar sakti berhati putih. Dia adalah Wiro Sableng, Pendekar Kapak Maut Naga Negi 212. Wiro pun diperintahkan gurunya turun gunung dan berkelana.

Perjalanan menuju Kaki Gunung Guntur itu pun seolah menjadi ajang reunian memori saya tentang novel Wiro Sableng. Kelihaian penulis mencipta tokoh dan alur cerita, kelucuan dan kekonyolan Wiro dan Gurunya menambah keseruan novel yang berlatar sejarah kerajaan itu. Di antara yang menarik adalah, bagaimana penulis menandakan waktu tidak berdasarkan jam, melainkan membuat istilah seperti sepenanakan nasi atau sepeminuman teh. Lalu, aroma bau pesing yang menyeruak sebagai pendanda jika Sinto Gendeng akan muncul menemui Wiro. 

Kembali ke pertanyaan awal, Gunung Gede mana yang dimaksud Bastian Tito? Di Garut ataukah yang di Cibodas, Cipanas? Entahlah, Novel serial yang saya gemari sejak kecil itu terhenti sebelum bertemu ending cerita. Tepatnya saat Bastian Tito mangkat atau meninggal pada tanggal 2-1-2006 silam. Petualangan Wiro tak berujung, termasuk pertanyaan yang mampir ke benak saya, Gunung Gede mana yang dimaksud penulis. Sebab, Bastian selalu mensurvei lokasi terlebih dahulu sebelum menuliskan maha karyanya itu. Entah lah, mungkin ada secarik penanda atau ilham ketika nanti saya telah mendaki dan menggapai puncak Gunung setinggi 2249 Meter dari permukaan laut itu.

Pagi telah terang. Truk pasir yang kami tumpangi terus melaju dan bergoyang di jalanan desa yang berlubang. Gunung Guntur atau Gunung Gede semakin tampak utuh dan unik, truk terus melaju membawa saya serta generasi Mahachala ke perjalanan yang menarik.

Sebagai penutup tulisan ini, saya tambahkan informasi mengenai Novel serial Wiro Sableng berdasarkan sedikit ingatan ditambah berbagai sumber yang saya telusuri. Tentu belum semua novel serial Wiro telah saya baca.

Episode Berewok dari Goa Sanggreng

Wiro Sableng – 01. Empat Berewok dari Goa Sanggreng
Wiro Sableng – 02. Maut Bernyanyi di Pajajaran
Wiro Sableng – 03. Dendam Orang-Orang Sakti
Wiro Sableng – 04. Keris Tumbal Wilayuda
Wiro Sableng – 05. Neraka Lembah Tengkorak
Wiro Sableng – 06. Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga
Wiro Sableng – 07. Tiga Setan Darah dan Cambuk Api Angin
Wiro Sableng – 08. Dewi Siluman Bukit Tunggul
Wiro Sableng – 09. Rahasia Lukisan Telanjang
Wiro Sableng – 10. Banjir Darah Di Tambun Tulang
Wiro Sableng – 11. Raja Rencong Dari Utara
Wiro Sableng – 12. Pembalasan Nyoman Dwipa
Wiro Sableng – 13. Kutukan Empu Bharata
Wiro Sableng – 14. Sepasang Iblis Betina
Wiro Sableng – 15. Mawar Merah Menuntut Balas
Wiro Sableng – 16. Hancurnya Istana Darah

Episode Petualangan Wiro di Cina

Wiro Sableng – 17. Lima Iblis Dari Nanking
Wiro Sableng – 18. Pendekar Pedang Akhirat
Wiro Sableng – 19. Pendekar Dari Gunung Naga
Wiro Sableng – 20. Hidung Belang Berkipas Sakti
Wiro Sableng – 21. Neraka Puncak Lawu
Wiro Sableng – 22. Siluman Teluk Gonggo
Wiro Sableng – 23. Cincin Warisan Setan
Wiro Sableng – 24. Penculik Mayat Hutan Roban
Wiro Sableng – 25. Cinta Orang Orang Gagah
Wiro Sableng – 26. Iblis Iblis Kota Hantu
Wiro Sableng – 27. Khianat Seorang Pendekar

Episode Petaka Gundik Jelita

Wiro Sableng – 28. Petaka Gundik Jelita
Wiro Sableng – 29. Bencana Di Kuto Gede

Sequel Episode Raja Rencong dari Utara

Wiro Sableng – 30. Dosa Dosa Tak Berampun

Episode Pangeran Matahari dari Puncak Merapi

Wiro Sableng – 31. Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi
Wiro Sableng – 32. Bajingan Dari Susukan
Wiro Sableng – 33. Panglima Buronan
Wiro Sableng – 34. Munculnya Sinto Gendeng
Wiro Sableng – 35. Telaga Emas Berdarah
Wiro Sableng – 36. Dewi Dalam Pasungan
Wiro Sableng – 37. Maut Bermata Satu
Wiro Sableng – 38. Iblis Berjanggut Biru
Wiro Sableng – 39. Kelelawar Hantu
Wiro Sableng – 40. Setan Dari Luar Jagat
Wiro Sableng – 41. Malaikat Maut Berambut Salju
Wiro Sableng – 42. Badai Di Parangtritis
Wiro Sableng – 43. Dewi Lembah Bangkai
Wiro Sableng – 44. Topeng Buat Wiro Sableng
Wiro Sableng – 45. Manusia Halilintar
Wiro Sableng – 46. Serikat Setan Merah
Wiro Sableng – 47. Pembalasan Ratu Laut Utara
Wiro Sableng – 48. Memburu Si Penjagal Mayat
Wiro Sableng – 49. Srigala Iblis
Wiro Sableng – 50. Mayat Hidup Gunung Klabat
Wiro Sableng – 51. Raja Sesat Penyebar Racun
Wiro Sableng – 52. Guna Guna Tombak Api
Wiro Sableng – 53. Kutukan Dari Liang Kubur
Wiro Sableng – 54. Pembalasan Pendekar Bule
Wiro Sableng – 55. Misteri Dewi Bunga Mayat
Wiro Sableng – 56. Ratu Mesum Bukit Kemukus
Wiro Sableng – 57. Nyawa Yang Terhutang
Wiro Sableng – 58. Bahala Jubah Kencono Geni
Wiro Sableng – 59. Peti Mati Dari Jepara
Wiro Sableng – 60. Serikat Candu Iblis
Wiro Sableng – 61. Makam Tanpa Nisan
Wiro Sableng – 62. Kamandaka Si Murid Murtad
Wiro Sableng – 63. Neraka Krakatau
Wiro Sableng – 64. Betina Penghisap Darah
Wiro Sableng – 65. Hari Hari Terkutuk
Wiro Sableng – 66. Singa Gurun Bromo

Episode Halilintar di Singosari

Wiro Sableng – 067. Halilintar Di Singosari
Wiro Sableng – 68. Pelangi Di Majapahit

Episode Ki Ageng Tunggul Keparat

Wiro Sableng – 69. Ki Ageng Tunggul Keparat
Wiro Sableng – 70. Ki Ageng Tunggul Akhirat
Wiro Sableng – 71. Bujang Gila Tapak Sakti
Wiro Sableng – 72. Purnama Berdarah
Wiro Sableng – 73. Guci Setan

Episode Dendam di Puncak Singgalang

Wiro Sableng – 74. Dendam Di Puncak Singgalang
Wiro Sableng – 75. Harimau Singgalang

Wiro Sableng – 76. Kutunggu Di Pintu Neraka
Wiro Sableng – 77. Kepala Iblis Nyi Gandasuri

Episode Petualangan Wiro Di Jepang 

Wiro Sableng – 78. Pendekar Dari Gunung Fuji
Wiro Sableng – 79. Ninja Merah
Wiro Sableng – 80. Sepasang Manusia Bonsai

Dendam Manusia Paku

Wiro Sableng – 81. Dendam Manusia Paku
Wiro Sableng – 82. Dewi Ular

Episode Wasit Iblis

Wiro Sableng – 83. Wasiat Iblis
Wiro Sableng – 84. Wasiat Dewa
Wiro Sableng – 85. Wasiat Sang Ratu
Wiro Sableng – 86. Delapan Sabda Dewa
Wiro Sableng – 87. Muslihat Para Iblis
Wiro Sableng – 88. Muslihat Cinta Iblis
Wiro Sableng – 89. Geger Di Pangandaran
Wiro Sableng – 90. Kiamat Di Pangandaran

Episode Tua Gila dari Andalas

Wiro Sableng – 91. Tua Gila Dari Andalas
Wiro Sableng – 92. Asmara Darah Tua Gila
Wiro Sableng – 93. Lembah Akhirat
Wiro Sableng – 94. Pedang Naga Suci 212
Wiro Sableng – 95. Jagal Iblis Makam Setan
Wiro Sableng – 96. Utusan Dari Akhirat
Wiro Sableng – 97. Liang Lahat Gajahmungkur
Wiro Sableng – 98. Rahasia Cinta Tua Gila
Wiro Sableng – 99. Wasiat Malaikat
Wiro Sableng – 100. Dendam Dalam Titisan
Wiro Sableng – 101. Gerhana Di Gajahmungkur

Episode Bola-bola Iblis

Wiro Sableng – 102. Bola Bola Iblis
Wiro Sableng – 103. Hantu Bara Kaliatus
Wiro Sableng – 104. Peri Angsa Putih
Wiro Sableng – 105. Hantu Jatilandak
Wiro Sableng – 106. Rahasia Bayi Tergantung
Wiro Sableng – 107. Hantu Tangan Empat
Wiro Sableng – 108. Hantu Muka Dua
Wiro Sableng – 109. Rahasia Kincir Hantu
Wiro Sableng – 110. Rahasia Patung Menangis
Wiro Sableng – 111. Hantu Langit Terjungkir
Wiro Sableng – 112. Rahasia Mawar Beracun
Wiro Sableng – 113. Hantu Santet Laknat
Wiro Sableng – 114. Badai Fitnah Latanahsilam
Wiro Sableng – 115. Rahasia Perkawinan Wiro
Wiro Sableng – 116. Hantu Selaksa Angin
Wiro Sableng – 117. Muka Tanah Liat
Wiro Sableng – 118. Batu Pembalik Waktu
Wiro Sableng – 119. Istana Kebahagiaan

Episode Kembali ke Tanah Jawa

Wiro Sableng – 120. Kembali Ke Tanah Jawa
Wiro Sableng – 121. Tiga Makam Setan
Wiro Sableng – 122. Roh Dalam Keraton
Wiro Sableng – 123. Gondoruwo Patah Hati
Wiro Sableng – 124. Makam Ke Tiga
Wiro Sableng – 125. Senandung Kematian

Episode Badik Sumpah Darah

Wiro Sableng – 126. Badik Sumpah Darah
Wiro Sableng – 127. Mayat Persembahan
Wiro Sableng – 128. Si Cantik Dalam Guci
Wiro Sableng – 129. Tahta Janda Berdarah
Wiro Sableng – 130. Meraga Sukma
Wiro Sableng – 131. Melati Tujuh Racun
Wiro Sableng – 132. Kutukan Sang Badik

Episode Lorong Kematian

Wiro Sableng – 133. 113 Lorong Kematian
Wiro Sableng – 134. Nyawa Kedua
Wiro Sableng – 135. Rumah Tanpa Dosa
Wiro Sableng – 136. Bendera Darah
Wiro Sableng – 137. Aksara Batu Bernyawa
Wiro Sableng – 138. Pernikahan Dengan Mayat
Wiro Sableng – 139. Api Cinta Sang Pendekar
Wiro Sableng – 140. Misteri Pedang Naga Suci 212
Wiro Sableng – 141. Kematian Kedua
Wiro Sableng – 142. Kitab 1000 Pengobatan

Episode Perjanjian dengan Roh

Wiro Sableng – 143. Perjanjian Dengan Roh
Wiro Sableng – 144. Nyi Bodong
Wiro Sableng – 145. Lentera Iblis
Wiro Sableng – 146. Azab Sang Murid
Wiro Sableng – 147. Api Di Puncak Merapi

Episode Dadu Setan

Wiro Sableng – 148. Dadu Setan
Wiro Sableng – 149. Si Cantik Dari Tionggoan
Wiro Sableng – 150. Misteri Pedang Naga Merah
Wiro Sableng – 151. Sang Pembunuh

Episode Petaka Patung Kamasutra

Wiro Sableng – 152. Petaka Patung Kamasutra
Wiro Sableng – 153. Misteri Bunga Noda
Wiro Sableng – 154. Insan Tanpa Wajah [Download)
Wiro Sableng – 155. Sang Pemikat
Wiro Sableng – 156. Topan Di Gurun Tengger
Wiro Sableng – 157. Nyawa Titipan

Episode Si Cantik Gila dari Gunung Gede

Wiro Sableng – 158. Si Cantik Gila Dari Gunung Gede
Wiro Sableng – 159. Bayi Satu Suro
Wiro Sableng – 160. Dendam Mahluk Alam Roh
Wiro Sableng – 161. Perjodohan Berdarah
Wiro Sableng – 162. Badai Laut Utara
Wiro Sableng – 163. Cinta Tiga Ratu
Wiro Sableng – 164. Janda Pulau Cingkuk
Wiro Sableng – 165. Bayi Titisan

Episode Kupu-kupu Giok Ngarai Sionok

Wiro Sableng – 166. Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok
Wiro Sableng – 167. Fitnah Berdarah Di Tanah Agam
Wiro Sableng – 168. Mayat Kiriman Di Rumah Gadang
Wiro Sableng – 169. Bulan Sabit Di Bukit Patah
Wiro Sableng – 170. Kupu-Kupu Mata Dewa

Episode Petualangan Wiro di Mataram Kuno

Wiro Sableng – 171. Malam Jahanam Di Mataram
Wiro Sableng – 172. Empat Mayat Aneh
Wiro Sableng – 173. Roh Jemputan
Wiro Sableng – 174. Dua Nyawa Kembar
Wiro Sableng – 175. Sepasang Arwah Bisu
Wiro Sableng – 176. Dewi Kaki Tunggal
Wiro Sableng – 177. Jaka Pesolek Penangkap Petir
Wiro Sableng – 178. Tabir Delapan Mayat
Wiro Sableng – 179. Delapan Sukma Merah
Wiro Sableng – 180. Sesajen Atap Langit
Wiro Sableng – 181. Selir Pamungkas
Wiro Sableng – 182. Delapan Pocong Menari
Wiro Sableng – 183. Bulan Biru Di Mataram
Wiro Sableng – 184. Bidadari Dua Musim
Wiro Sableng – 185. Jabang Bayi Dalam Guci

Serial Wiro Sableng yang lain

Wiro Sableng – 186. Jenazah Simpanan
Wiro Sableng – 187. Si Pengumpul Bangkai
Wiro Sableng – 188. Bintang Langit Saptuning Jagat
Wiro Sableng – 189. Kematian Sang Pendekar
Wiro Sableng – 190. Sabda Pandita Ratu
Wiro Sableng – 191. Jabrik Sakti Wanara

2 comments:

  1. saya jadi ikut penasaran mas idham, gunung yang mana ya yang dimaksud bastian Tito, mgkin jwabannya ada di novel serial yang tertera diatas, pengen beli deh, berapa harga satuannya mas

    ReplyDelete
  2. Saudara Adnan, saya salut atas penasaran anda. Tapi pengen doang gak cukup deh.

    ReplyDelete