Menebak Padepokan Wiro Sableng
![]() |
| Menunggu Angkot (Foto: Idham Siregar) |
Pembaca pasti tahu
siapa Wiro Sableng. Ya, dia sosok pendekar sakti mandraguna beraliran
putih pengawal kebaikan di rimba persilatan. Bak James Bond yang
memiliki kode 007, murid Sinto Gendeng itu juga punya kode keramat yang
tertera di dadanya. Kode Wiro juga tersirat pada senjata yang berupa
Kapak Maut Naga Geni 212. 212 merupakan kode sakti pendekar yang
terkenal dengan Jurus Kunyuk Melempar Buah itu. Lalu apa kaitannya
dengan Gunung Guntur?
Akhir
pekan lalu, Jumat (12/12/2014), Tim Mahachala melakukan pendakian
sekaligus penyematan anggota muda menjadi anggota penuh di Gunung
Guntur, Garut, Jawa Barat. Sepulang kerja, saya tegaskan ikut dalam
pendakian tersebut.
"Pada dimana? Ambil barang-barang ni di warkop," ujar Samsi di grup whatsup, sekitar pukul 17.36 WIB.
Belum
ada jawaban atas pertanyaan Samsi. Sementara, saya masih membelah
kemacetan Jakarta dengan mengendarai sepeda motor Honda Karisma,
tepatnya Honda Karismatik. Bukan perkara mudah berkendara pada Jumat
sore arah luar Ibu kota. Sebab menjelang akhir pekan, semua orang seolah
ingin segera tiba di rumah dan mengeksekusi liburan akhir pekan yang
telah direncanakan. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan. Situasi kala
itu dalam istilah lalu lintas disebut padat merayap, setingkat di atas
ramai lancar, dan berada di bawah macet total yang mungkin dikarenakan
kecelakaan, polisi cepek di putaran balik, atau penggalian kabel yang
seperti tak ada habisnya. Selalu ada. Entahlah.
Setelah
mengambil carier ukuran 35 liter dan pakaian ganti di bilangan Cilandak
Barat, Jakarta Selatan, saya meluncur menuju Ciputat.
"Kumpul dimana?," saya bertanya di grup WA 29 menit setelah pertanyaan Samsi yang belum mendapat jawaban.
"Taman
Syahida Inn, bang," Rahmiati Aulia menjawab semenit kemudian. Taman
Syahida Inn terletak di area kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Saya
kira cukuplah membahas kemacetan, karena macet adalah keniscayaan.
Singkatnya, saya pun tiba di tempat yang telah diinformasikan Mia.
Teman-teman Mahachala tampak sibuk packing di taman yang berlantai
rumput hijau. Dengan cahaya remang, mereka memanfaatkan tampias cahaya
yang berasal dari lampu gedung kampus dan Syahida Inn. Mereka packing
dengan dibantu Niwah.
21
orang ikut dalam pendakian itu. Ziyad, Sukoco, Rosidah, Kinan, Dwi,
Raiza, Ni'mah, Noffa, Eggy, Samsi, Dika, Syamsud, Yola, Mia, Morita,
Nisa, Julia, Ajeng, Mahar, Ari dan saya. Mereka adalah generasi
Mahachala yang kerap saya doakan sukses baik sebagai organisatoris mapun
individu.
Singkat
cerita, kami berkumpul di warkop yang terletak di depan gedung Fakultas
Psikologi lama setelah packing rampung. Bercanda, bergurau, tertawa dan
semangat yang tak dapat diukur dari berat beban carier yang tersandang
di pundak masing-masing anggota.
Mahar
dan Ajeng belum tiba saat jarum jam telah mengarah ke angka 20.00 WIB.
Kekhawatiran akan habisnya bus Primajasa ke Garut melanda teman-teman.
Udin pun berinisiatif survei ke Terminal Lebak Bulus, menanyakan jadwal
terakhir keberangkatan bus. Berdasarkan info yang diperoleh Udin, bus
terakhir berkisar pukul 21.00 - 22.00. Ia pun menganjurkan teman-teman
untuk naik angkutan kota (angkot) seperti biasa, tak perlu menyewa,
mencarter atau borongan.
Kami
pun berjalan ke perempatan Kampung Utan setelah Mahar dan Ajeng tiba.
Saya sempat memotret teman-teman sebelum naik ke angkutan. Anggota
terbagi ke dua angkot. Angkot yang saya naiki memutar lagu dangdut
tarling berjudul 'Jaluk Tanggung Jawabe'. Tentu anda dapat membayangkan
bagaimana keseruan di dalam angkot. Sementara Mahar dari angkot sebelah,
bersorak-sorai ke arah saya dan sebaliknya.
Setiba
di Pasar Jumat, Bus Primajasa lewat tanpa bersedia berhenti kendati
kami telah melambaikan tangan dan melontarkan kalimat dengan setengah
berteriak. Biarlah, mungkin awak bus itu sedang tak butuh duit dengan
menolak 21 penumpang. Kami pun naik di bus yang kedua dengan membayar
ongkos Rp.52.000 per orang. Saya sempat berkelekar selama belasan menit
sembari teman-teman menikmati makan malam dengan menu nasi bungkus.
Setelahnya, saya tertidur.
Bus
AC yang dilengkapi smoking area itu berhenti di sebuah pom bensin di
Garut sekitar pukul 02.00 dini hari. Di depannya terpampang tulisan SPBU
Tanjung. Kami menjadikan tempat itu untuk istirahat. Pendaki-pendaki
lain juga tampak memenuhi kawasan tersebut. Di area itu terdapat
musholla dengan teras yang lumayan cukup untuk istirahat. Beberapa
pendaki tertidur di teras dan ruangan dalam masjid. Sementara di
seberangnya, terdapat warung makan dan mini market alfamart. Kami pun
bersantai dan istirahat.
Usai
adzan dan sholat subuh, teman-teman menghidangkan sarapan pagi dengan
menu yang terasa nikmat. Roti bantal tawar yang dibubuhi selai
strowberry dan keju, tak lupa kopi sebagai pelengkap pagi. Perut pun
terisi, energi bertambah. Gunung Guntur terlihat mengintip di pagi yang
masih gelap, tepat di belakang SPBU. Saatnya pendakian dimulai!
Saya
tak bertanya bagaimana teman-teman mendapatkan mobil angkutan. Yang
pasti, sebuah truk bak terbuka berwarna kuning parkir di sebelah
musholla. Kami naik, truk pun melaju ke arah kanan lalu berbelok lagi ke
kanan. Sementara angin pagi terasa segar menerpa badan.
Seorang
warga naik ke truk yang kami sewa saat melalui jalanan desa. Awalnya
dia cuma terdiam tak bersuara. Dia, saya dan lainnya melempar pandangan
ke Gunung Guntur yang tampak memanjang.
"Mau naik ke Guntur," warga desa itu bertanya ke saya.
"Iya Mang,"
"Dulu
ini namanya Gunung Gede, orang-orang tua sini sampai sekarang juga
nyebutnya masih Gunung Gede, bukan Guntur," ujarnya menjelaskan.
"Kenapa namanya ganti Mang? Sejak kapan nama Guntur dipakai?," tanya saya seperti menyelidik.
"Nggak
tahu, tapi orang-orang tua disini nyebutnya Gunung Gede," katanya
dengan jawaban yang sangat tidak memuaskan. Dia pun pamit turun saat
truk tiba di Gapura Kampung.
Warga
desa itu turun tanpa bertanggungjawab memberi penjelasan atas apa yang
telah dilontarkan. Saya pun bertanya-tanya sendiri kenapa terjadi
perubahan nama dari Guntur ke Gede. Apakah faktor komersial menjadi
alasan utama?, mengingat Gede merupakan nama Gunung di kawasan Cibodas,
Cipanas, Jawa Barat, jauh lebih terkenal dan favorit?. Saya tak tahu
pasti, sebab tak ada tempat bertanya.
Tapi
bukan alasan pergantian nama itu yang menjadi isi pikiran saya. Sebab
yang dipercayai para tetua setempat cukup menjadi dasar nama asli gunung
ini. Sebagai penduduk asli, mereka pasti lebih tahu tentang sejarahnya.
Sedangkan yang menjadi bahan pikiran saya adalah, berarti ada dua
Gunung Gede di Jawa Barat. Jadi, Gunung Gede manakah yang dimaksud
Bastian Tito sebagai tempat Sinto Gendeng menggembleng Wiro dalam serial
novelnya?.
Dalam
kisah Wiro Sableng, Sinto Gendeng dan Kakak Seperguruannya, Tua Gila,
digembleng oleh guru mereka yang bernama Kiai Gede Tapa Pamungkas di
Gunung Gede. Setelah dirasa cukup membina ilmu dan membangun mental,
Kiai Gede melepas keduanya turun gunung dan mengembara di dunia
persilatan. Mereka berdua akhirnya terpisah melanjutkan perjalanan
masing-masing. Sedangkan Sinto Gendeng, menyelamatkan seorang bayi di
dalam sebuah rumah yang terbakar. Sinto kemudian membawa bayi itu ke
Gunung Gede dan mengglembengnya selama 17 tahun. Bayi mungil itu lalu
menjadi sosok pendekar sakti berhati putih. Dia adalah Wiro Sableng,
Pendekar Kapak Maut Naga Negi 212. Wiro pun diperintahkan gurunya turun
gunung dan berkelana.
Perjalanan
menuju Kaki Gunung Guntur itu pun seolah menjadi ajang reunian memori
saya tentang novel Wiro Sableng. Kelihaian penulis mencipta tokoh dan
alur cerita, kelucuan dan kekonyolan Wiro dan Gurunya menambah keseruan
novel yang berlatar sejarah kerajaan itu. Di antara yang menarik adalah,
bagaimana penulis menandakan waktu tidak berdasarkan jam, melainkan
membuat istilah seperti sepenanakan nasi atau sepeminuman teh. Lalu,
aroma bau pesing yang menyeruak sebagai pendanda jika Sinto Gendeng akan
muncul menemui Wiro.
Kembali
ke pertanyaan awal, Gunung Gede mana yang dimaksud Bastian Tito? Di
Garut ataukah yang di Cibodas, Cipanas? Entahlah, Novel serial yang saya
gemari sejak kecil itu terhenti sebelum bertemu ending cerita. Tepatnya
saat Bastian Tito mangkat atau meninggal pada tanggal 2-1-2006 silam.
Petualangan Wiro tak berujung, termasuk pertanyaan yang mampir ke benak
saya, Gunung Gede mana yang dimaksud penulis. Sebab, Bastian selalu
mensurvei lokasi terlebih dahulu sebelum menuliskan maha karyanya itu.
Entah lah, mungkin ada secarik penanda atau ilham ketika nanti saya
telah mendaki dan menggapai puncak Gunung setinggi 2249 Meter dari
permukaan laut itu.
Pagi
telah terang. Truk pasir yang kami tumpangi terus melaju dan bergoyang
di jalanan desa yang berlubang. Gunung Guntur atau Gunung Gede semakin
tampak utuh dan unik, truk terus melaju membawa saya serta generasi
Mahachala ke perjalanan yang menarik.
Sebagai
penutup tulisan ini, saya tambahkan informasi mengenai Novel serial
Wiro Sableng berdasarkan sedikit ingatan ditambah berbagai sumber yang
saya telusuri. Tentu belum semua novel serial Wiro telah saya baca.
Episode Berewok dari Goa Sanggreng
Wiro Sableng – 01. Empat Berewok dari Goa Sanggreng
Wiro Sableng – 02. Maut Bernyanyi di Pajajaran
Wiro Sableng – 03. Dendam Orang-Orang Sakti
Wiro Sableng – 04. Keris Tumbal Wilayuda
Wiro Sableng – 05. Neraka Lembah Tengkorak
Wiro Sableng – 06. Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga
Wiro Sableng – 07. Tiga Setan Darah dan Cambuk Api Angin
Wiro Sableng – 08. Dewi Siluman Bukit Tunggul
Wiro Sableng – 09. Rahasia Lukisan Telanjang
Wiro Sableng – 10. Banjir Darah Di Tambun Tulang
Wiro Sableng – 11. Raja Rencong Dari Utara
Wiro Sableng – 12. Pembalasan Nyoman Dwipa
Wiro Sableng – 13. Kutukan Empu Bharata
Wiro Sableng – 14. Sepasang Iblis Betina
Wiro Sableng – 15. Mawar Merah Menuntut Balas
Wiro Sableng – 16. Hancurnya Istana Darah
Episode Petualangan Wiro di Cina
Wiro Sableng – 17. Lima Iblis Dari Nanking
Wiro Sableng – 18. Pendekar Pedang Akhirat
Wiro Sableng – 19. Pendekar Dari Gunung Naga
Wiro Sableng – 20. Hidung Belang Berkipas Sakti
Wiro Sableng – 21. Neraka Puncak Lawu
Wiro Sableng – 22. Siluman Teluk Gonggo
Wiro Sableng – 23. Cincin Warisan Setan
Wiro Sableng – 24. Penculik Mayat Hutan Roban
Wiro Sableng – 25. Cinta Orang Orang Gagah
Wiro Sableng – 26. Iblis Iblis Kota Hantu
Wiro Sableng – 27. Khianat Seorang Pendekar
Episode Petaka Gundik Jelita
Wiro Sableng – 28. Petaka Gundik Jelita
Wiro Sableng – 29. Bencana Di Kuto Gede
Sequel Episode Raja Rencong dari Utara
Wiro Sableng – 30. Dosa Dosa Tak Berampun
Episode Pangeran Matahari dari Puncak Merapi
Wiro Sableng – 31. Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi
Wiro Sableng – 32. Bajingan Dari Susukan
Wiro Sableng – 33. Panglima Buronan
Wiro Sableng – 34. Munculnya Sinto Gendeng
Wiro Sableng – 35. Telaga Emas Berdarah
Wiro Sableng – 36. Dewi Dalam Pasungan
Wiro Sableng – 37. Maut Bermata Satu
Wiro Sableng – 38. Iblis Berjanggut Biru
Wiro Sableng – 39. Kelelawar Hantu
Wiro Sableng – 40. Setan Dari Luar Jagat
Wiro Sableng – 41. Malaikat Maut Berambut Salju
Wiro Sableng – 42. Badai Di Parangtritis
Wiro Sableng – 43. Dewi Lembah Bangkai
Wiro Sableng – 44. Topeng Buat Wiro Sableng
Wiro Sableng – 45. Manusia Halilintar
Wiro Sableng – 46. Serikat Setan Merah
Wiro Sableng – 47. Pembalasan Ratu Laut Utara
Wiro Sableng – 48. Memburu Si Penjagal Mayat
Wiro Sableng – 49. Srigala Iblis
Wiro Sableng – 50. Mayat Hidup Gunung Klabat
Wiro Sableng – 51. Raja Sesat Penyebar Racun
Wiro Sableng – 52. Guna Guna Tombak Api
Wiro Sableng – 53. Kutukan Dari Liang Kubur
Wiro Sableng – 54. Pembalasan Pendekar Bule
Wiro Sableng – 55. Misteri Dewi Bunga Mayat
Wiro Sableng – 56. Ratu Mesum Bukit Kemukus
Wiro Sableng – 57. Nyawa Yang Terhutang
Wiro Sableng – 58. Bahala Jubah Kencono Geni
Wiro Sableng – 59. Peti Mati Dari Jepara
Wiro Sableng – 60. Serikat Candu Iblis
Wiro Sableng – 61. Makam Tanpa Nisan
Wiro Sableng – 62. Kamandaka Si Murid Murtad
Wiro Sableng – 63. Neraka Krakatau
Wiro Sableng – 64. Betina Penghisap Darah
Wiro Sableng – 65. Hari Hari Terkutuk
Wiro Sableng – 66. Singa Gurun Bromo
Episode Halilintar di Singosari
Wiro Sableng – 067. Halilintar Di Singosari
Wiro Sableng – 68. Pelangi Di Majapahit
Episode Ki Ageng Tunggul Keparat
Wiro Sableng – 69. Ki Ageng Tunggul Keparat
Wiro Sableng – 70. Ki Ageng Tunggul Akhirat
Wiro Sableng – 71. Bujang Gila Tapak Sakti
Wiro Sableng – 72. Purnama Berdarah
Wiro Sableng – 73. Guci Setan
Episode Dendam di Puncak Singgalang
Wiro Sableng – 74. Dendam Di Puncak Singgalang
Wiro Sableng – 75. Harimau Singgalang
Wiro Sableng – 76. Kutunggu Di Pintu Neraka
Wiro Sableng – 77. Kepala Iblis Nyi Gandasuri
Episode Petualangan Wiro Di Jepang
Wiro Sableng – 78. Pendekar Dari Gunung Fuji
Wiro Sableng – 79. Ninja Merah
Wiro Sableng – 80. Sepasang Manusia Bonsai
Dendam Manusia Paku
Wiro Sableng – 81. Dendam Manusia Paku
Wiro Sableng – 82. Dewi Ular
Episode Wasit Iblis
Wiro Sableng – 83. Wasiat Iblis
Wiro Sableng – 84. Wasiat Dewa
Wiro Sableng – 85. Wasiat Sang Ratu
Wiro Sableng – 86. Delapan Sabda Dewa
Wiro Sableng – 87. Muslihat Para Iblis
Wiro Sableng – 88. Muslihat Cinta Iblis
Wiro Sableng – 89. Geger Di Pangandaran
Wiro Sableng – 90. Kiamat Di Pangandaran
Episode Tua Gila dari Andalas
Wiro Sableng – 91. Tua Gila Dari Andalas
Wiro Sableng – 92. Asmara Darah Tua Gila
Wiro Sableng – 93. Lembah Akhirat
Wiro Sableng – 94. Pedang Naga Suci 212
Wiro Sableng – 95. Jagal Iblis Makam Setan
Wiro Sableng – 96. Utusan Dari Akhirat
Wiro Sableng – 97. Liang Lahat Gajahmungkur
Wiro Sableng – 98. Rahasia Cinta Tua Gila
Wiro Sableng – 99. Wasiat Malaikat
Wiro Sableng – 100. Dendam Dalam Titisan
Wiro Sableng – 101. Gerhana Di Gajahmungkur
Episode Bola-bola Iblis
Wiro Sableng – 102. Bola Bola Iblis
Wiro Sableng – 103. Hantu Bara Kaliatus
Wiro Sableng – 104. Peri Angsa Putih
Wiro Sableng – 105. Hantu Jatilandak
Wiro Sableng – 106. Rahasia Bayi Tergantung
Wiro Sableng – 107. Hantu Tangan Empat
Wiro Sableng – 108. Hantu Muka Dua
Wiro Sableng – 109. Rahasia Kincir Hantu
Wiro Sableng – 110. Rahasia Patung Menangis
Wiro Sableng – 111. Hantu Langit Terjungkir
Wiro Sableng – 112. Rahasia Mawar Beracun
Wiro Sableng – 113. Hantu Santet Laknat
Wiro Sableng – 114. Badai Fitnah Latanahsilam
Wiro Sableng – 115. Rahasia Perkawinan Wiro
Wiro Sableng – 116. Hantu Selaksa Angin
Wiro Sableng – 117. Muka Tanah Liat
Wiro Sableng – 118. Batu Pembalik Waktu
Wiro Sableng – 119. Istana Kebahagiaan
Episode Kembali ke Tanah Jawa
Wiro Sableng – 120. Kembali Ke Tanah Jawa
Wiro Sableng – 121. Tiga Makam Setan
Wiro Sableng – 122. Roh Dalam Keraton
Wiro Sableng – 123. Gondoruwo Patah Hati
Wiro Sableng – 124. Makam Ke Tiga
Wiro Sableng – 125. Senandung Kematian
Episode Badik Sumpah Darah
Wiro Sableng – 126. Badik Sumpah Darah
Wiro Sableng – 127. Mayat Persembahan
Wiro Sableng – 128. Si Cantik Dalam Guci
Wiro Sableng – 129. Tahta Janda Berdarah
Wiro Sableng – 130. Meraga Sukma
Wiro Sableng – 131. Melati Tujuh Racun
Wiro Sableng – 132. Kutukan Sang Badik
Episode Lorong Kematian
Wiro Sableng – 133. 113 Lorong Kematian
Wiro Sableng – 134. Nyawa Kedua
Wiro Sableng – 135. Rumah Tanpa Dosa
Wiro Sableng – 136. Bendera Darah
Wiro Sableng – 137. Aksara Batu Bernyawa
Wiro Sableng – 138. Pernikahan Dengan Mayat
Wiro Sableng – 139. Api Cinta Sang Pendekar
Wiro Sableng – 140. Misteri Pedang Naga Suci 212
Wiro Sableng – 141. Kematian Kedua
Wiro Sableng – 142. Kitab 1000 Pengobatan
Episode Perjanjian dengan Roh
Wiro Sableng – 143. Perjanjian Dengan Roh
Wiro Sableng – 144. Nyi Bodong
Wiro Sableng – 145. Lentera Iblis
Wiro Sableng – 146. Azab Sang Murid
Wiro Sableng – 147. Api Di Puncak Merapi
Episode Dadu Setan
Wiro Sableng – 148. Dadu Setan
Wiro Sableng – 149. Si Cantik Dari Tionggoan
Wiro Sableng – 150. Misteri Pedang Naga Merah
Wiro Sableng – 151. Sang Pembunuh
Episode Petaka Patung Kamasutra
Wiro Sableng – 152. Petaka Patung Kamasutra
Wiro Sableng – 153. Misteri Bunga Noda
Wiro Sableng – 154. Insan Tanpa Wajah [Download)
Wiro Sableng – 155. Sang Pemikat
Wiro Sableng – 156. Topan Di Gurun Tengger
Wiro Sableng – 157. Nyawa Titipan
Episode Si Cantik Gila dari Gunung Gede
Wiro Sableng – 158. Si Cantik Gila Dari Gunung Gede
Wiro Sableng – 159. Bayi Satu Suro
Wiro Sableng – 160. Dendam Mahluk Alam Roh
Wiro Sableng – 161. Perjodohan Berdarah
Wiro Sableng – 162. Badai Laut Utara
Wiro Sableng – 163. Cinta Tiga Ratu
Wiro Sableng – 164. Janda Pulau Cingkuk
Wiro Sableng – 165. Bayi Titisan
Episode Kupu-kupu Giok Ngarai Sionok
Wiro Sableng – 166. Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok
Wiro Sableng – 167. Fitnah Berdarah Di Tanah Agam
Wiro Sableng – 168. Mayat Kiriman Di Rumah Gadang
Wiro Sableng – 169. Bulan Sabit Di Bukit Patah
Wiro Sableng – 170. Kupu-Kupu Mata Dewa
Episode Petualangan Wiro di Mataram Kuno
Wiro Sableng – 171. Malam Jahanam Di Mataram
Wiro Sableng – 172. Empat Mayat Aneh
Wiro Sableng – 173. Roh Jemputan
Wiro Sableng – 174. Dua Nyawa Kembar
Wiro Sableng – 175. Sepasang Arwah Bisu
Wiro Sableng – 176. Dewi Kaki Tunggal
Wiro Sableng – 177. Jaka Pesolek Penangkap Petir
Wiro Sableng – 178. Tabir Delapan Mayat
Wiro Sableng – 179. Delapan Sukma Merah
Wiro Sableng – 180. Sesajen Atap Langit
Wiro Sableng – 181. Selir Pamungkas
Wiro Sableng – 182. Delapan Pocong Menari
Wiro Sableng – 183. Bulan Biru Di Mataram
Wiro Sableng – 184. Bidadari Dua Musim
Wiro Sableng – 185. Jabang Bayi Dalam Guci
Serial Wiro Sableng yang lain
Wiro Sableng – 186. Jenazah Simpanan
Wiro Sableng – 187. Si Pengumpul Bangkai
Wiro Sableng – 188. Bintang Langit Saptuning Jagat
Wiro Sableng – 189. Kematian Sang Pendekar
Wiro Sableng – 190. Sabda Pandita Ratu
Wiro Sableng – 191. Jabrik Sakti Wanara

saya jadi ikut penasaran mas idham, gunung yang mana ya yang dimaksud bastian Tito, mgkin jwabannya ada di novel serial yang tertera diatas, pengen beli deh, berapa harga satuannya mas
ReplyDeleteSaudara Adnan, saya salut atas penasaran anda. Tapi pengen doang gak cukup deh.
ReplyDelete