Iseng. Kata itu menyiratkan canda atau seloroh tapi dirasa berbeda. Berbuat iseng terasa nikmat bagi pelakunya, tapi aktor penderita atau korban dari pertunjukan iseng bisa menahan nafas dan amarah. Seperti isengnya siswa menaruh kaca rautan pensil di sepatunya. Seperti Si B iseng meninggalkan teman di kosan padahal baru sampai di perantauan, sebatang kara. Iseng yang kelewatan.
Iseng-iseng berbahaya seperti sepasang sejoli yang iseng melakukan kontak badan hingga melahirkan anak manusia yang terbuang dan terlunta-lunta. Iseng-iseng mengonsumsi hingga terjerumus jadi pecandu narkoba. Bahaya laten iseng. Na’udzubillah.
Iseng tidak selalu menyiratkan makna negatif. Bisa juga iseng-iseng berhadiah. Tidak ada tekanan. Senang bila meraih keberuntungan, tidak gundah bila tak kesampaian. Tak jarang iseng juga justru menjadi sumber pencarian. Misalnya si X yang iseng memasukkan lamaran kerja ke perusahaan A atau B lalu diterima. Juga si Y yang iseng memulai bisnis jengkol ternyata cuannya nampol.
Lalu kenapa seseorang melakukan sesuatu yang iseng? Apakah iseng termasuk gangguan mental atau perilaku menyimpang? Bisa jadi ya bisa jadi tidak. Saya belum menemukan riset tentang itu. Tapi penjelasan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup memberi pemahaman. Ada empat makna iseng yang dijelaskan dalam KBBI:
1. a merasa menganggur (tidak ada yang perlu segera dikerjakan).
2. v (berbuat atau mengerjakan sesuatu supaya jangan menganggur) sebagai perintang-rintang waktu
3. a tidak mau menganggur (rewel, suka mengganggu, suka omong, suka makan apa saja, dan sebagainya): karena tangan anak-anak yang --, dinding sekolah itu penuh corat-coret
4. adv sekadar main-main; tidak bersungguh-sungguh
Dalam Google Translate, iseng diartikan Joking, bercanda. Tapi bagi saya, tidak masuk ke contoh-contoh di atas. Dalam KBBI, makna canda adalah tingkah, kelakar, senda gurau, seloroh. Untuk sementara bagi saya, level iseng melebihi canda. Dalam canda, kedua belah pihak sama-sama senang. Ada korban yang tersakiti dalam iseng yang berbahaya. Hati-hati dengan iseng.
Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa. Hanya iseng usai mendengarkan lagu Gombloh yang berjudul ‘Karena Iseng’. Yang pasti dan harus dicatat, Tuhan menciptakan manusia bukan karena iseng, ada tugas dan kewajiban yang disertakan. Wallahu a'lam.