Lucu adalah rasa paling natural yang dimiliki manusia. Seperti cinta, rasa lucu juga tak bisa ditahan dan dipendam. Harus segera diekspresikan. Jika cinta melahirkan ekspresi beragam, lucu justru mengeluarkan ekspresi seragam. Tertawa. Terbahak. Terpingkal. Dan sejenisnya.
Objek cinta dan lucu sama-sama relatif. Tergantung suasana hati dan sudut pandang. Karena itu, cinta dan lucu tak pernah salah. Yang bisa menjadi kesalahan adalah anggapan kita tentang dua hal itu.
Karena relatif, maka wajarlah kita mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya sendiri, dimana lucunya? Sementara di sudut lain orang tertawa terpingkal-pingkal.
Ada dua teknik paling mudah untuk melucu. Pertama, mempertontonkan kejelekan atau kekurangan diri sendiri, Tukul Arwana sering menggunakan cara ini. Juga Mister Bean yang bertingkah bodoh untuk menarik tawa. Kedua, mengungkap kekurangan orang lain seperti yang diterapkan Komeng.
Lucu yang elegan adalah bermain logika, tidak membuat orang tersakiti atau terluka. Contoh paling dekat mungkin Cak Lontong. Perumpamaan paling jauh yaitu kisah Abu Nawas.
Sementara, lucu paling rendah adalah menertawakan penderitaan orang lain. Jaman sekarang, kaum hawa acap menyebut barang yang bagus dengan sesuatu yang lucu. Saya malas membahas itu. Ih lucu ya gelangnya.
----
Dunia maya tak henti melahirkan lelucon baru. Seperti energi yang terbarukan, selalu ada bahan lawakan baru yang muncul. Setelah aksi lucu lipsinc 'Keong Racun' Sinta Jojo dan 'Chayya-chayya' Norman Kamaru hilang, kini muncul yang terbaru. Dia adalah Muhammad Akbar, pemilik akun instagram @ajudan-pribadi.
Nama terakhir tenar bukan lantaran aksi lipsinc. Melainkan video-video yang diunggahnya ke instagram dan menjadi viral karena dianggap lucu. Dalam video-video itu, Akbar melafalkan ucapan berbagai tema, salah satunya tema Ramadhan. Cara berbicara Akbar yang terburu-buru membuat kalimatnya menjadi berantakan, tak beraturan, terdengar asing dalam susunan kalimat yang jamak didengar orang. Hasilnya, Akbar terdengar seperti meracau. Hal itu dianggap lucu dan membuat terpingkal yang menonton. Saat menonton video itu, saya berharap Akbar hanya lipsinc.
Dalam satu kesempatan, saya bertemu Akbar di gedung salah satu Kementerian. Momen buka puasa yang didahului diskusi.
Akbar sosok yang terlihat lugu. Dengan seragam dongker dan ransel kecil, dia berjalan di belakang deretan kursi sambil melempar senyum dan tatapan. mata sebagaian peserta diskusi seolah bertanya-tanya, benarkah itu Akbar Si Konyol. Tak lama, enam orang ibu-ibu mengajaknya foto bersama.
Saya mengajak Akbar berbincang. Akbar berbicara seperti terbata-bata tapi dengan tempo bicara yang agak cepat. Sepuluh menit berbincang, saya akhirnya mendapat jawaban. Akbar mengaku tidak bisa bicara sejak kecil. Lidahnya pendek. Untuk mengobati itu, lidahnya digosok dengan cincin emas milik datuknya setiap malam jumat, agar panjang dan akhirnya dia bisa berbicara.
Dan, orang tertawa melihat videonya. Akbar bersusah-payah untuk bisa berbicara. Lagi-lagi, lucu memang tak bisa ditahan. Dan tak ada yang bisa disalahkan. Akbar yang mengunggah videonya, menjadi viral. Dunia maya susah dicegah.
Di akhir perbincangan, saya tetap berharap video-video Akbar hanya Lipsinc.
____
Di lain waktu, saya terlibat reuni mini dengan teman-teman sebaya. Berceritera tentang masa-masa sekolah dahulu. Di titik ini, mengisahkan ulang kejailan, kesialan, dan kenakalan masa lalu juga terasa lucu. Karena terkadang, kenangan indah dan kenangan lucu memang tak bisa dibedakan.
Sudahkah Anda lucu hari ini?
No comments:
Post a Comment