![]() |
| Republic Coffea (Foto/Idham Siregar) |
Pamulang, kota di
daerah Tangerang Selatan ini terkenal dengan lalu lintasnya yang semrawut.
Terutama jam berangkat dan pulang kerja. Jika dari Lebak Bulus, menuju Bundaran
UNPAM merupakan perjuangan emosi dan menguji kesabaran. Apalagi bagi pengendara
sepeda motor yang jatahnya tergusur angkutan kota (angkot) dan mobil pribadi.
Begitulah kondisi yang saya rasakan saat melintas pada Jumat (27/6/2014) petang
lalu.
Tujuan saya adalah
Simpang Viktor. Tapi, kondisi lalu lintas di Pacuan Kuda membuat otak dan hati
panas. Betapa tidak, saling menatap tajam dan menyerobot antar sesama
pengendara merupakan hal yang lumrah terjadi. Sontak saya teringat seorang
teman. Namanya Didiningrat. Beberapa waktu yang lalu ia mengundang saya untuk
hadir di acara tasyakuran atau opening ceremony usaha kafe kopi yang baru ia
rintis bersama rekannya. Kala itu saya tidak datang karena kesibukan kantor.
Saya putuskan untuk mampir, terlebih saya seorang penikmat kopi.
Kafe kopi itu
bernama Republic Coffea. Lokasinya sekitar
30 meter sebelum Bundaran UNPAM (jika dari Ciputat). Terletak di sebelah
kanan jalan, tepat di depan Toko Diamond Furniture. Sang empunya pun menyambut
ramah. Saling bertanya kabar dan bercanda.
Saya memilih duduk di meja paling depan. Meja itu terbuat dari kayu
jati, sama seperti enam meja lainnya. Selang dua menit, Pelayan datang memberi
daftar menu berikut dengan password wifi. Saya pun memilih kopi Toraja di kafe
yang memilik tagline ‘Citarasa dan Aroma Asli Kopi Nusantara’ ini. Sembari
menanti pesanan, saya melemparkan pandangan ke sekililing. Dua lukisan abstrak
terpajang di dinding. Suasana yang nyaman untuk meredakan kerutan di kening.
Kopi Toraja yang
memiliki sebutan ‘Queen of Coffea’ itu pun terhidang. Aroma dan harumnya begitu
khas. Saya meyakini ini asli kopi Toraja. Sebab keunikan antara rasa pahit dan
asamnya sangat khas. Soal ditambah gula atau tidak, itu tergantung selera. Si
empunya pun duduk semeja dengan saya. Kita berdiskusi ringan tentang sejarah
kopi. Asal-usulnya di Ethopia dan Timur Tengah, sejarah warung kopi di Turki
dan Eropa, kopi – kopi di Nusantara hingga bagaimana peran kopi dalam
pengerjaan skripsi saat masih kuliah.
Tanpa terasa, Sudah
dua gelas kopi saya habiskan. Saatnya melanjutkan perjalanan, sebab jalanan
mulai lumayan lengang. Pelayan pun datang. Saya membayar Rp.14.000 untuk dua
gelas kopi Toraja. Waw, harga yang murah. Alunan lagu ‘Gadis Pemalu’ milik Agus
Rhapsody dari pengeras suara kafe mengiringi saya meninggalkan Republic Coffea
yang entah siapa presidennya itu.

Republicnya dipimpin queen dam..hehe
ReplyDeletehahahah Queen Park Ranger ya
Delete